“kullu nafsin dzaiqotul maut” Dalam surat cintanya Allah menyampaikan bahwa setiap yang bernafas pasti akan mati, jika kita sudah diberitahu seperti ini maka bekal apakah yang sudah kita siapkan untuk menghadapi kematian nanti? Sudah cukupkah bekal kita untuk menghadap sang khaliq?
Kematian itu rahasia Allah SWT, kita sebagai makhluknya tidak akan pernah tau kapan mati itu akan menjemput, apakah hanya orang yang sudah tua saja?! tentu tidak bahkan ada yang masih bayi dan didalam kandungan. Apa hanya datang kepada makhluq yang terserang sakit saja, tentu juga tidak ada juga yang meninggal sedang tidur, selesai ibadah dll.
Hanya saja kita sebagai makhluk dan hamba Allah SWT kita mengharapkan mati dalam keadaan khusnul khatimah. Karena dalam menghadapi kematian itu amat sakit rasanya, Rasulullah sendiri yang merupakan manusia pilihan Allah nan maksum merasakan sakitnya sakaratul maut, lalu bagai mana dengan kita hambanya yang sering lupa,khilaf,dan kurang bersyukur ini? Rasa sakit yang seperti apa yang akan kita rasakan?
Sakit…sakit…sakit…ya Robb…
Ampunilah dosa-dosa kami yang menggunung, tuntunlah lankah kaki ini selalu untuk beribadah kepadamu ya Robb karena engakulah yang Maha Memaksakan kehendak. Ya Allah dekaplah aku, cintailah aku, lindungilah aku,dan kuatkan iman ini ya Robb. Ya Robb balaslah rasa sakitku saat ini dengan kebahagiaan bersamamu nanti.
Amin…..
Maka saudara dan saudariku siapkanlah diri kita untuk menghadapi kematian, hidup ini hanya sementara, tidak ada yang kekal di alam semesta ini kecuali sang Khaliq yang menciptakan Alam semesta beserta isinya ini. Kalau kita tidak mulai sejak saat ini kapan kita mau memulainya, sedangkan kita tidak mengetahui sampai kapan kontrak kita habis didunia ini.
Al-fakir, Adh-dhaif ilallah
Syaiful Munajat
