Sabtu, 28 Februari 2009

Kematian

kullu nafsin dzaiqotul maut” Dalam surat cintanya Allah menyampaikan bahwa setiap yang bernafas pasti akan mati, jika kita sudah diberitahu seperti ini maka bekal apakah yang sudah kita siapkan untuk menghadapi kematian nanti? Sudah cukupkah bekal kita untuk menghadap sang khaliq?

Kematian itu rahasia Allah SWT, kita sebagai makhluknya tidak akan pernah tau kapan mati itu akan menjemput, apakah hanya orang yang sudah tua saja?! tentu tidak bahkan ada yang masih bayi dan didalam kandungan. Apa hanya datang kepada makhluq yang terserang sakit saja, tentu juga tidak ada juga yang meninggal sedang tidur, selesai ibadah dll.

Hanya saja kita sebagai makhluk dan hamba Allah SWT kita mengharapkan mati dalam keadaan khusnul khatimah. Karena dalam menghadapi kematian itu amat sakit rasanya, Rasulullah sendiri yang merupakan manusia pilihan Allah nan maksum merasakan sakitnya sakaratul maut, lalu bagai mana dengan kita hambanya yang sering lupa,khilaf,dan kurang bersyukur ini? Rasa sakit yang seperti apa yang akan kita rasakan?

Sakit…sakit…sakit…ya Robb…

Ampunilah dosa-dosa kami yang menggunung, tuntunlah lankah kaki ini selalu untuk beribadah kepadamu ya Robb karena engakulah yang Maha Memaksakan kehendak. Ya Allah dekaplah aku, cintailah aku, lindungilah aku,dan kuatkan iman ini ya Robb. Ya Robb balaslah rasa sakitku saat ini dengan kebahagiaan bersamamu nanti.

Amin…..

Maka saudara dan saudariku siapkanlah diri kita untuk menghadapi kematian, hidup ini hanya sementara, tidak ada yang kekal di alam semesta ini kecuali sang Khaliq yang menciptakan Alam semesta beserta isinya ini. Kalau kita tidak mulai sejak saat ini kapan kita mau memulainya, sedangkan kita tidak mengetahui sampai kapan kontrak kita habis didunia ini.

Al-fakir, Adh-dhaif ilallah

Syaiful Munajat

Untuk mu

Hai makhluknya yang telah Dia siapkan untukku pada waktu yang tepat, dengan doamu itu aku merasa lega dan tentu saja karena kuasa Dialah aku bisa mengetahui doamu itu. Berdoalah dan teruslah redam nafsu ini, jangan sampai nafsu ini membelenggu diri kita yang belum tentu bersih bahkan sudah tentu kita memiliki noda. Ibarat pakaian yang terkena noda maka harus dicuci hingga bersih kembali, dicucinya pun memiliki proses dari perendaman, pengucekan, pengeringan atau pembilasan setelah itu pengeringan dengan media matahari lalu distrika hingga rapi seperti semula.

Begitu juga dengan kita dalam membersihkan diri ini yang hina dina ini kita membutuhkan proses dan media yang dapat membantu. Prosesnya antara lain bertobat dengan sungguh-sungguh, ceritakan segala keluh kesah ini hanya kepada Allah karena Dia As-Sami’ (Maha Mendengar) maka kita akan mendapat jawabannya yang akan dikirimkan olehnya. Mendekatlah kita kepadanya seakan kita tidak ingin ditinggalkan barang sedetik pun, dengan cara teruslah berdzikir dimana pun kita berada karena jika kita mengingat Allah, maka Allah Akan mengingat kita. Lalu setelah itu Jadikanlah hidup ini hanya untuk beribadah kepada Allah semata, karena jika kita mendahulukan kebahagiaan akhirat, maka kebahagiaan dunia akan mengikuti.

Ya Robb Tuhan yang Maha Agung lagi Maha Tinggi, raihlah permohonan kami dekaplah kami, ampuni kami ya Robb..

Tetapkan hati ini dalam keistiqomahan kepadaMu dan hanya kepadaMu kami menyerahkan ini semua. Wahai Tuhanku yang bijaksana rasa yang suci ini berasal dari Engakau hanya saja kekhilafan kami yang menodai rasa ini, maka jika Engkau memang menghendaki rasa itu tetap ada maka permudahlah jalan kami untuk menghalalkannya dan menjalaninya namun jika Engkau tidak menghendaki rasa ini tetap ada karena kekecewaanMu maka tunjukanlah yang terbaik bagi kami.

Wahai Allah yang maha kuasa tolong jagalah diri kami dari nafsu yang mencelakai kami sendiri, dari kejahatan makhluk-makhlukMu dan dari kekhilafan-kekhilafan kami.

Wahai makhluk yang telah Dia cipatakan dengan sedemikian keistimewaan terimakasih banyak, tetaplah berjuang, tetaplah istiqomah, tetaplah berdzikir, dan tetaplah bersabar. Allah mendengar hati dan doa kita semua.

Wahai Allah jangan Engkau masukan aku kedalam kelompok orang-orang yang NATO (no action talk only) karena Engaku membenci kelompok orang-orang ini.

Al-fakir, Adh-dhaif ilallah

Syaiful Munajat

Pasangan

Hakekatnya Allah menciptakan sesuatu itu berpasang-pasangan, seperti siang dan malam, matahari dan bulan, laki-laki dan perempuan, tua dan muda, dll.

Dilihat dari pasangan-pasangan ini kita bisa ambil pelajaran bahwa yang namanya pasangan berfungsi sebagai pelengkap, seperti matahari dan bulan, matahari menyinari dunia 12 jam begitu juga dengan bulan, apakah pernah bulan mengeluh karena bosan ketika dia harus muncul pada 12 jam setelah matahari? Atau sebaliknya dengan matahari? Jelas tidak karena mereka saling melengkapi satu sama lain. Apakah bulan pernah minta imbalan kepada matahari karena telah menggantikannya dimalam hari? Jelas tidak karena itu sudah menjadi tugas masing-masing sebagai pasangan.

Jika dilihat pada kehidupan manusia, yaitu laki-laki dan perempuan maka dapat dilihat bahwa terkadang keegoisan mengalahkan hakekat dari makna pasangan yaitu saling melengkapi, saling mengerti, memahami,dan saling perhatian. Ada banyak kasus ketika laki-lakinya sedang sakit maka si wanita harus ada disampingnya tetapi jika si wanita yang sakit hanya dititipkan kepada orang tuanya tanpa adanya support dari pasangannya tersebut, Atau sebaliknya.

Justru disaat seperti itu seseorang membutuhkan pasangannya, bukan berarti menjadikan pasangannya sebagai perawat bahkan ada yang menggapnya “babu” paradigma ini jelas salah. Jika dititipkan kepada orang tuanya, ya memang orang tua adalah orang yang dekat namun terkadang kita ingin memecahkan masalah dengan pasangan kita sendiri, ini bukan berarti kita tidak percaya kepada orang tua. Karena jika kita berfikir lebih jauh lagi bahwa orang tua juga memiliki masalahnya sendiri entah dengan adik-kakak kita atau keluarga lainnya.

Semoga kita dapat memahami hakekat dari pasangan itu sendiri.

Al-fakir,Adh-dhaif ilallah

Syaiful Munajat

Sabar dan Syukur

Sabar dan syukur merupakan kunci kebahagiaan dalam hidup didunia dan akhirat. Sabar itu memang pahit namun manis hasilnya, setelah kita merasakan manis dari hasil itu janganlah lupa dari bersyukur karena semua ini milik Allah dan hanya karena kehendak Dia pulalah maka kita merasakan nikmat itu.

Syukur memiliki beberapa tahan antara lain:

  1. Syukur melalui hati

Cara bersyukur melalui hati adalah selalu mengingat dan meyakini bahwa segala kenikmatan yang kita rasakan hanya berasal dari Allah.

  1. Syukur dengan lisan

Setelah kita meyakininya maka secara spontan lisan ini akan berucap hamdallah.

  1. Syukur dengan amalan

Setelah itu semua tentu saja kita menginginkan kenikmatan itu lagi atau bahkan bertambah, karena itulah manusia yang tidak memiliki rasa puas, agar kita mendapatkan dan insyaAllah karena rasa cinta dan kasih sayangnya Allah maka Allah akan terus memberikan kenikmatan itu hanya saja dalam bentuk yang berbeda-beda. Maka dari itu tentu kita akan beramal sesuai apa yang Allah ridhoi.

Dewasa ini banyak pertikaian, perceraian, atau lain sebagainya disebabkan karena kurangnya kesabaran ketika diberi ujian padahal jikalau kita melihat lebih jauh lagi ujian ini merupakan rasa cintanya Allah terhadap hambanya yang bersabar dan bersyukur. Mungkin saja Allah sedang menghapus dosa-dosa kita melalui ujian ini atau Allah akan meningkatkan derajat kita.

fa biayi aalaa irobikumaa tukadzibaan

Jika melihat kutipan surat Ar-rahman ini alangkah tidak pantasnya apabila hidup kita hanya mengeluh dan mengeluh. Tanpa kita meminta Allah telah memberikan udaranya untuk kebutuhan kita coba bayangkan jika saja Allah itu perhitungan dalam hal ini, sudah berapa banyak udara yang kita hirup??

Maka apakah pantas jika kita terus mengeluh, pesimis, apalagi sampai tidak bersukur kepadanya.

Al-Fakir,Adh-dhaif ilallah

Syaiful Munajat

Jagalah Lisanmu

Dalam suatu hadist dikatakan bahwa dosa anak adam kebanyakan dari lisanya. Ada pula istilah bahwa mulutmu harimaumu, sebab itu kita harus benar-benar menjaga lisan ini sudah berapa banyak orang yang pernah kita sakiti dengan lisan kita?

Terkadang kita tidak sadar bahwa kita telah menyakiti hati orang-orang termasuk orang-orang terdekat kita seperti orang tua, sahabat, suami atau istri dll. Mungkin orang-orang itu berfikir bahwa kata-kata spontan yang keluar dari lisan anda adalah hal biasa karena memang sudah biasa dan karena mereka telah mengenal anda namun pernahkah anda berfikir seperti mereka berusaha memahami anda, apakah kata-kata saya membuat hati mereka sakit atau tidak?, karena dalamnya hati tidak ada yang bisa mengetahui kecuali orang tersebut dan sang Khaliq. Ada pula hal bahaya lainnya ketika anda bertemu dengan orang baru dalam hidup anda lalu lisan anda yang sponta membuat orang lain sakit hati, jelas anda akan ditinggalkan atau mungkin akan dibuat sakit hati pula seperti apa yang telah anda lakukan.

Spontanitas itu muncul karena kebiasaan, kebiasaan itu bisa dirubah menjadi lebih baik dan ada dalam hal yang baik jika kita menginginkannya. Keinginan dan keyakinan adalah modal utama untuk merubahnya, disini penulis tidak merasa lebih baik dan bukanlah seorang yang sempurna namun penulis berusaha ingin berbagi dan mengingatkan kepada penulis sendiri pada khususnya dan orang kain pada umumnya.

Maka saudara – saudariku jagalah lisanmu untuk menjaga perasaan orang lain karena suatu saat perasaan kita juga akan dijaga oleh orang lain.

Al-faki, Adh-dhaif ilallah

Syaiful Munajat

Jumat, 20 Februari 2009

SAKIT

Bersukurlah bagi orang-orang yang masih bisa merasakan sakit, masih disayang oleh sang khaliq (ALLAH Subhanahu Wata’ala). ALLAH masih meberikan kesempatan untuk kita memohon ampunan, jikalau kita ikhlas dalam menghadipi rasa sakit itu maka insyaAllah dosa-dosa kita akan diampuni olehnya namun jikalau kita tidak ikhlas dan sabar dalam menghadapi rasa sakit maka sia-sia saja rasa sakit yang kita rasakan.
Allah tidak semata-mata memberikan rasa sakit kepada kita, ini semua agar kita berfikir dan agar banyak-banyak mengingat dosa-dosa kita sesungguhnya setiap manusia itu tak luput dari dosa.
Sakit ini berasal dari sang khaliq begitu juga dengan obatnya, fenomena saat ini banyak sang makhluq yang ingin menyerupai sang khaliq baru-baru ini mucul “dukun cilik” ini merupakan kesyirikan apabila orang-orang/pasien-pasiennya sudah meyakini bahwa air yang telah dicelupkan oleh tangan si dukun cilik ini sebagai obat yang mujarab dengan mengabaikan keyakinannya bahwa Allahlah yang telah memberikan kesembuhan. Sesengguhnya Allah “layisa kamisllihi syaiun” tidak ada yang bisa menyerupainya. Dan sesungguhnya hidup dan mati makhluq adalah hak Allah semata.
Sebenarnya praktek perdukunan ini bukan hanya kali ini namun sudah ada sejak dahulu kala bahkan saat ini banyak agama dijadikan kedok, inilah yang dikhawatirkan. Jika kita sangat yakin akan kekuasaan Allah maka apapun penyakit kita bisa sembuh karena Allah Al-Mujib ada pun janji Allah dalam Al-Qur’an adalah “ud’uni astajib lakum” yang artinya berdoalah kepadaKu maka akan Aku kabulkan. namaun ada tiga cara Allah mengabulkan doa kita:
dengan mengatakan iya dan terkabullah doa kita.
dengan mengatakan tunggu dan Allah akan mengabulkannya pada waktu yang terbaik dan tepat.
dengan mengatakan tidak dan menggantinya yang lebih baik.

bagi saudara-saudariku yang dicintai Allah, jika kalian diberi kesempatan untuk bertobat, bertobatlah, jika kalian diberi kesempatan untuk mendekatkan diri kepadaNya mendekatlah.
semoga rahmat Allah selalu bersama kita.
Al-fakir, Adh-dhaif ilallah
Syaiful Munajat

SHALAT

Shalat merupakan tiang agama, salah satu rukun islam dan salah satu ibadah diwajibkan oleh Allah saking wajibnya Allah memerintahkan kita shalat dalam kondisi apapun kecuali dalam keadaan haid, nifas dan junub. Misalnya dalam kondisi apapun, ketika kita sedang sakit dan tidak mampu berdiri kita bisa sambil duduk dan jika tidak sanggup duduk bisa dengan cara tiduran, jika masih tidak bisa bisa menggunakan isyarat mata.
Didalam surat cintanya Allah SWT yang dikirimkan melalui nabi Muhammad SAW salah satu baitnya adalah “inna shalatatanha anil fahsya iwalmunkar” yang artinya sesungguhnya shalat itu menjaga kita dari perbuatan keji dan munkar, namun ada pertanyaan walaupun kita shalat tapi ada beberapa orang yang amalnya masih tergolong keji dan munkar?!.
Penulis mencoba menjawab, jika begitu keadaannya toh yang sudah shalat saja masih seperti itu lalu bagaimana dengan yang shalatnya bolong-bolong atau bahkan sudah malas untuk shalat. Padahal dalam shalat itu kita bisa berdialog, memohon, mengadu,dan lain sebagainya kepada zat yang menciptakan kita. Tidak semata-mata shalat jika ingin terjaga dari perbuatan keji dan munkar namun shalat yang tertib, suci, dan khusyulah yang insyaAllah dapat menjaga kita dari perbuatan yang ingin kita hindari itu.
Perintah shalat yang diterima oleh Rasulullah SAW langsung dari sang Khaliq tanpa perantara, itulah sebabnya ibadah shalat itu lebih utama. Jika dibandingkan dengan ibadah lain seperti puasa,zakat dan haji ini dapat saja ditangguhkan jikalau ketika puasa kita sakit, ketika belum sampai nisab bisa tidak berzakat dan jika belum mampu boleh menunda ibadah hajinya, tapi jika shalat? Baik dalam keadaan sakit, miskin dll kita tetap diwajibkan untuk shalat.
Al-fakir, Adh-dhaif ilallah
Syaiful Munajat